Software
Box AI: harga, fitur, dan kontrol dokumen
Box AI adalah layer AI di atas content management Box untuk tanya jawab, ringkasan, ekstraksi, dan workflow dokumen yang tetap mengikuti permission organisasi.
Harga
Tier harga publik untuk Box AI, terakhir diverifikasi 12 April 2026.
Individual
Gratis / bulan
Business
US$15 / pengguna/bulan
Minimum 3 users.
Business Plus
US$25 / pengguna/bulan
Minimum 3 users.
Enterprise
US$35 / pengguna/bulan
Minimum 3 users.
Enterprise Plus
US$50 / pengguna/bulan
Minimum 3 users.
Fitur Utama
Kapabilitas utama yang membentuk cara orang memakai Box AI hari ini.
Ask questions of single documents or large document sets.
Summarize, draft, and extract metadata from content in Box.
Power AI content portals and workflow-specific agents.
Embed Box AI through the API and UI Elements.
Paling Cocok Untuk
Untuk siapa Box AI paling jelas dibuat.
Teams that manage large volumes of contracts, proposals, or internal documents.
Organizations that need governed AI on top of existing content management.
Developers who want document AI inside custom Box-powered apps.
Platform
Di mana Anda bisa memakai Box AI hari ini.
Web
Mobile
Developer API
Integrasi
Aplikasi terhubung dan titik integrasi penting untuk Box AI.
Box Notes
Box Hubs
Box Docs
Box AI API
Box AI for UI Elements
Catatan Privasi
Catatan pengelolaan data yang dipublikasikan dan penting saat menilai Box AI.
Box AI is positioned as a secure, governed, permissions-aware AI platform.
The product emphasizes customer control over content and agent behavior.
Box AI keeps access tied to the permissions already in Box.
Kepatuhan
Sinyal kepatuhan publik atau tata kelola enterprise yang kami temukan untuk Box AI.
SOC 1
SOC 2
SOC 3
FedRAMP Moderate
HIPAA
Akses
Cara mengintegrasikan atau membangun di sekitar Box AI.
API publik
Ya
Dokumentasi
Tersedia
Alternatif
Pilihan lain yang layak dipertimbangkan bersama Box AI.
Kategori: Pencarian, Produktivitas, Dokumen. Harga mulai US$15/pengguna/bulan.
Kategori: Enterprise, Pencarian, Asisten AI. Harga mulai Contact sales.
Kategori: Produktivitas, Menulis, Manajemen Pengetahuan. Harga mulai US$10/anggota/bulan.
Snapshot Produk
Box AI adalah produk AI enterprise dari Box yang menempatkan kecerdasan di atas dokumen, folder, dan content workflows yang sudah ada. Bukan chatbot umum, melainkan alat yang dipakai untuk membaca, merangkum, mengekstrak, dan mengotomasi pekerjaan dokumen tanpa melepas kontrol akses yang sudah dimiliki perusahaan.
Untuk pembeli Indonesia, posisi Box AI paling kuat di organisasi yang mengelola kontrak, proposal, compliance file, dan knowledge base internal dalam jumlah besar. Kalau file Anda sudah berada di Box, adopsinya relatif natural; kalau tidak, nilai praktisnya lebih terbatas karena inti produknya memang bertumpu pada content di Box.
Apa yang Bisa Dilakukan
- Bertanya langsung ke satu dokumen atau kumpulan dokumen yang disimpan di Box.
- Meringkas, mengekstrak metadata, dan membantu drafting isi dari content internal.
- Membangun AI content portals dan agent workflow di atas repository dokumen yang sudah ada.
- Mengembed Box AI ke aplikasi internal lewat API atau UI Elements.
- Menjaga akses AI tetap mengikuti permission yang sudah berlaku di Box.
Keunggulan
Governance adalah nilai utamanya. Box AI tidak berdiri sebagai AI “bebas” di luar kontrol perusahaan. Ia memanfaatkan permission Box yang sudah ada, jadi cocok untuk tim legal, compliance, dan operations yang sensitif terhadap akses dokumen.
Natural fit untuk content-heavy teams. Kalau workflow utama Anda memang berputar di kontrak, policy, atau materi penjualan, Box AI bisa mengurangi waktu baca dan pencarian tanpa memaksa migrasi besar. Itu membuatnya lebih relevan untuk enterprise daripada untuk individu.
Opsi developer-nya cukup serius. API dan UI Elements memberi ruang untuk menanamkan AI ke aplikasi internal, bukan hanya memakai antarmuka default. Bagi organisasi yang ingin Box sebagai content layer sekaligus AI layer, ini nilai yang nyata.
Trade-off yang Perlu Diketahui
Box AI bukan pilihan paling menarik kalau perusahaan belum memakai Box sebagai repositori utama. Dalam skenario itu, Anda justru menambah lapisan baru alih-alih menyederhanakan workflow.
Ia juga lebih cocok untuk content operations daripada knowledge work umum. Untuk brainstorming, riset bebas, atau analisis lintas sumber yang tidak hidup di Box, tool lain biasanya memberi fleksibilitas lebih besar.